Search

21 Jan 2011

sekat waktu ( mini sinopsist)

    Harum, indah, aku menatap wajahnya. Aura tubuhnya melewati tubuhku. Damai, sejukkan hati. Tiada resah saat ku dekat dengannya. Semua masalah hilang sudah. Peluknya hangat, sehangat mentari pagi. Aku begitu terbuai bersamanya. Andai ku bisa menghentikan denting waktu, agar ku tak akan berpisah darinya. Ahhh,, apapun itu keindahan, aku kelak pasti berpisah dengannya. Sebab ku tahu dandia pun begitu, bahwa perpisahan kan menjadi awal segalanya, awal kehidupan abadi di alam sana. Tapi , akankah di sana aku bertemu dia? Alam pembalasan atas tingkah laku ku disini? Maka itulah, andai Tuhan izinkan waktu berhenti sekejap saja, aku ingin menetap pada bagian waktu terhenti itu,tak pernah kembali pada ketidak adilan dunia, SELAMANYA DALAM KEBERSAMAAN tanpa awal dan akhir waktu
02-06-2008
        Gudang itu tampak aneh. Auranya memancarkan sesuatu kebahagiaan. Namun suasananya lain, gelap, pengap, jaring laba – laba di sana – sini. Jelas sekali tempat itu rumah para hewan menjijikan bernaung. Sekilas setiap orang pasti berfikir seperti itu. Lantas apa yang membuat aura gudang itu mencerminkan kebahagiaan? Sesekali kurasakan tawa dalam gudang itu, seakan tawa itu tak pernah berakhir. Kurasakan aura kilauan lampu di gudang itu, persis di belakang photo milik “Rila Costinusta” siswa terjenius yang pernah ada di SMA ini. Sama halnya dengan gudang ini, photo itu kusam, penuh debu, di ujung piguranya melekat jaring laba- laba. Tapi photo itu memancarkan kebahagiaan. Wanita dalam photo itu tersenyum khas parai intelek di Eropa sana, berkacamata minus sembari menunjukan photo kelas yang digenggam kedua tangan di depan dadanya.

Memang aneh gaya berphoto wanita itu, padahal menurut Ibu Neni photo itu dibuat untuk mengenang segala prestasi yang pernah ia buat. Atas 34 penghargaan yang ia sumbangkan pada sekolah ini. Mengapa ia tak berphoto dengan salah satu piala terbesarnya saja? Atau paling tidak menunjukan piagam kemenangan dia. Ideologi photo yang ia tunjukan nampak penuh misteri bagiku. Apalagi mengingat bagaimana jasad dia ditemukan. Padahal dia alumni angkatan 8 tahun yang lalu.

Usai dia berpose seperti hasil cetak photo di gudang tua itu, ia tiba – tiba menghilang. Tak pernah ada yang tahu dimana Rila sebenarnya. Setelah 3 tahun dia hilang tanpa jejak. Tiba – tiba ia tertulis sebagai korban tsunami Aceh. Dia ditemukan dengan seragam SMA persis saat berphoto lengkap dengan photo kelas yang ia genggam oleh kedua tangannya.

Orang tuanya begitu heran. Untuk apa Rila pergi ke Aceh? Tak ada satupun keluarga maupun kerabat di sana. Apa tujuan Rila menghilang dan pergi ke Aceh? Kalaupun dulu Rila berkata ingin pergi ke pantai, mengapa harus pergi ke Aceh yang cukup jauh dari rumahnya di Bandung?
Part I

Aku mulai betanya kesana kemari tentang wanita jenius itu. Ku kumpulkan informasi sekecil apapun. Dari mulai prestasinya hingga kehidupan pribadinya. Aku sangat penasaran dengan misteri gudang itu, misteri janggal saat 3 tahun ia hilang dan meninggal dalam musibah di Aceh, terutama pada pose yang ia tunjukan pada photo itu.
Misteri 1 persatu mulai terkuak.
1 : Dia lahir pada tanggal 02 06 1989
2 : Selain jenius, dia begitu cooperative dengan teman sekelasnya ( mungkin ini menjadi alasan mengapa di photo itu ia menunjukan photo kelasnya )

Dan beberapa fakta lain yang semakin membuka pikiranku tentang keberadaan sekat waktu yang Rila temukan.

0 comments:

Posting Komentar

Blogger news

 
Copyright (c) 2007-2013 Riska Amalia