detik ini ku masih menatapmu
mengiringi alunan detak jantungmu
menghela sesekali harum duniawi
detik ini aku masih punya hati
lirih tersakiti olehmu
tersenyum simpul mengenang masa lalu
bebas berbicara pada hati dan mimpi
tapi interval detik,
yang kekal kan berakhir
mimpi berhenti pada puncaknya
hati kan mati,raga terkubur pada bumi
karena manusia hanya kontraktor dunia
yg kelak kembali menuju nirwana akhirat
maka yg bernafas kelak menghela selamanya
yg berdetak kelak berhenti
terkalahkan gebrakan waktu
yg memang kuasa TUHAN
28-10-2009
riska amalia
TRIBUTE TO PUISI ABADI

