Search

23 Sep 2011

Jatinangor, dari kebun teh hingga kebun kampus

      Well,kali ini saya ingin sedikit share tentang kampung halaman tercinta. Sebuah kecamatan berhawa tropis sejuk yang kini hampir diburu ribuan pengunjung tiap tahunnya. Ya !! tentunya bloggers semua tau mengapa kecamatan eksotis ini seringkali diburu para pengunjung apalagi menjelang pergantian tahun ajaran baru. Yu ah bloggers tanpa panjang lebar saya akan share seluk beluk tentang jatinangor yang selama hampir 17 tahun saya huni :)

             Pasti sebagian dari bloggers sudah tahu jatinangor itu terkenal dengan area kampusnya.Ya !! setidaknya ada 3 kampus negeri dan 2 kampus swasta yang terletak di kawasan ini. So, dari segi rekor memang jatinangor itu kecamatan dengan jumlah kampus terbanyak, hehe :D

Tapi tahukah bloggers bahwa jatinangor yang dulu 360 derajat berbeda dengan jatinangor kini? bedanya bisa di bilang bagai langit dan bumi !! (lebay dikit :p )


      Pada jaman kolonial belanda dahulu, jatinangor terkenal sebagai kawasan perkebunan karet yang tersohor di kawasan Jawa Barat. Adapun pemilik kebun karet yang terbentang dari wilayah kampus IPDN hingga cikuda itupun dimiliki oleh seorang kaya belanda bernama Baron Baud. Bahkan, sampai sekarang sisa-sisa kebun karet tersebut masih ada lho di beberapa lokasi di kampus jatinangor. Pohonnya memang besar dan kokoh,kesan mistisnya pun terlihat,hiiiiiiiiii.

        Saya masih ingat cerita salah seorang bapa yang sejak lahir di jatinangor, jatinangor yang sekarang jauh berbeda dengan jatinangor yang dulu. Dulu iklim di jatinangor dingiiiin sekali, kalo diibaratkan seperti shubuh-shubuh ada di Lembang.Kebun kebun terbentang di kawasan yang kini menjadi wilayah kampus.

4 comments:

Anonim mengatakan...

curhat kitu hahaha.....

Riska Amalia mengatakan...

begitulah,kangen suasana rumah hahahaha

Anonim mengatakan...

kebun binatang? ada ga? hahaha :P

Riska Amalia mengatakan...

ada kan saja kang hha
banyak binatang kok, ada semut,kucing,kecoa,tikus hehe

Posting Komentar

Blogger news

 
Copyright (c) 2007-2013 Riska Amalia