wahai sebuah seleksi
kau hancurkan ribuan jiwa muda yg hatinya rapuh
hanya dengan ucapan 'maaf'
kau hancurkan harapan kami yang peluh
dari semangat yang semula utuh
wahai sebuah seleksi mandiri
kau buka peluang si penerima kata 'maaf'
kau pajang angka nol berderet besar-besar
kau semakin menindih si pas-pasan
wahai sekolah tinggi pinggiran kota
aku sadar ternyata kau berharga
diburu ribuan orang di luar sana
buatku miris tak sanggup menjamahi ilmu darimu
meski tiap fajar berganti aku melihat namamu terpajang gagah
wahai petinggi pendidikan
bolehkah aku mengadu?
tentang sebuah keringanan
meski kemungkinan tak sepadan
dan peluang tak cukup besar
wahai Tuhan yang Maha Agung
akankah Kau meridhoi rencana 'bom pendidikan' itu
akan ku turunkan gengsiku
sedikit memelas demi sedikit senyuman Bumi kandungku


0 comments:
Posting Komentar