Search

6 Feb 2011

Sifat Kimia Alkohol

1. R-OH + Na / K –> R-ONa ato R-OK + 1/2 H2
2. R-OH + HX –> R-X + H2O
    3R-OH + PX3 –> 3RX + H3PO3
    R-OH + PX5 –> RX +HX + POX3
3. R-OH + asam alkanoat <—> ester + H2O
4. Oksidasi alkohol :
    a. alkohol-P + On –> alkanal
    b. alkohol-S + On –> keton
    c. alkohol-T + On –> -
    d. alkanal + On –> asam alkanoat
    e. Keton + On –> -, tapi kalo oksidator kuat akan pecah dan jadi asam alkanoat
    f. asam alkanoat + On –> -, tapi HCOOH +On bisa jadi H2CO3, trus jadi H2O dan CO2
5. R-OH + H2SO4 (30drjt) –> R-OSO3H + H2O
    R-OH + H2SO4 (130 drjt) –> eter + H2O
    R-CH2-CH2-OH + H2SO4 (170drjt) –> R-CH=CH2 + H2O





1) Dehidrasi alkohol
Dehidrasi (pelepasan air) merupakan reaksi yang melibatkan terlepasnya H dan OH. Reaksi dehidrasi alkohol dapat membentuk alkena atau eter dan air. Asam sulfat pekat berlebih dicampurkan dalam alkohol kemudian campuran tersebut dipanaskan hingga 180 °C, maka gugus hidroksil akan terlepas dan atom hidrogen dari karbon terdekatnya juga terlepas, membentuk H2O.



2) Oksidasi alkohol
Oksidasi alkohol akan menghasilkan senyawa yang berbeda, tergantung jenis alkoholnya. Perhatikan skema hasil oksidasi alkohol berikut.

3) Reaksi alkohol dengan logam Na atau K
Alkohol kering (tidak mengandung air) dapat bereaksi dengan logam Na dan K tetapi tidak sereaktif air dengan logam Na ataupun K. Atom H dari gugus –OH digantikan dengan logam tersebut sehingga terbentuk Na-alkoholat.

4) Esterifikasi
Alkohol dengan asam alkanoat dapat membentuk ester. Reaksi ini disebut dengan reaksi esterifikasi.

5) Reaksi dengan hidrogen halida
Alkohol direaksikan dengan hidrogen halida menghasilkan haloalkana dan air.


0 comments:

Posting Komentar

Blogger news

 
Copyright (c) 2007-2013 Riska Amalia